Gaji Pas-pasan? Tenang, Begini Cara Bikin Anggaran Biar Nggak Kelabakan!
Merasa gaji cuma numpang lewat doang? Tenang, kamu nggak sendirian. Yuk, cari tahu cara bikin anggaran bulanan yang simpel dan anti ribet biar keuanganmu tetap aman sampai akhir bulan.
Gaji Pas-pasan? Tenang, Begini Cara Bikin Anggaran Biar Nggak Kelabakan!
Merasa nggak sih, tanggal gajian itu kayak oase di padang pasir, tapi seminggu kemudian udah berasa kayak di akhir bulan lagi? Tenang, kamu nggak sendirian. Banyak banget anak muda di luar sana yang ngalamin hal yang sama. Gajian, foya-foya dikit, eh, tahu-tahu udah harus makan mi instan lagi. Tapi, jangan khawatir, ada solusinya kok. Namanya: budgeting. Eits, jangan langsung ngeri dengernya. Bikin anggaran itu nggak serumit yang kamu bayangin, kok. Anggap aja ini kayak main game strategi, tapi buat keuanganmu sendiri.
Kenapa Sih, Bikin Anggaran Itu Penting Banget?
Coba bayangin, kamu mau pergi liburan ke Bali. Pasti kamu bakal bikin rencana, kan? Mau ke mana aja, nginep di mana, naik apa. Nah, anggaran itu persis kayak gitu, tapi buat duitmu. Tanpa rencana, ya jangan heran kalau duitmu “hilang” entah ke mana. Dengan adanya anggaran, kamu jadi punya kendali penuh atas keuanganmu. Kamu jadi tahu pasti ke mana aja perginya setiap rupiah yang kamu hasilkan. Nggak ada lagi tuh, drama “kok duit gue tinggal segini?” di tengah bulan.
Selain itu, dengan anggaran, kamu bisa lebih gampang mencapai tujuan keuanganmu. Mau beli gadget baru? Mau DP rumah? Atau mau pensiun dini di usia 40-an? Semua itu bisa kamu wujudkan kalau kamu punya rencana yang jelas. Anggaran inilah yang bakal jadi peta buat kamu mencapai semua impian itu.
Metode Budgeting Paling Populer: 50/30/20
Nah, sekarang kita masuk ke bagian intinya. Gimana sih, cara bikin anggaran yang gampang dan nggak ribet? Salah satu metode yang paling populer dan gampang buat dicoba adalah aturan 50/30/20. Metode ini dicetuskan oleh Elizabeth Warren, seorang senator Amerika Serikat. Simpelnya, kamu tinggal bagi pemasukan bulananmu ke dalam tiga pos:
50% untuk Kebutuhan (Needs)
Setengah dari gajimu dialokasikan buat semua hal yang benar-benar kamu butuhkan buat hidup. Ini termasuk:
- Tempat tinggal: Uang kos, sewa apartemen, atau cicilan rumah.
- Makan: Belanja bulanan, bukan jajan-jajan cantik di kafe, ya.
- Transportasi: Bensin, ongkos ojek online, atau tiket KRL.
- Tagihan: Listrik, air, internet, dan BPJS.
- Cicilan utang: Kalau kamu punya cicilan, masukkan ke sini.
Intinya, pos ini buat semua pengeluaran yang kalau nggak kamu bayar, kamu bakal susah hidup.
30% untuk Keinginan (Wants)
Nah, ini dia pos yang paling seru. Sebesar 30% dari gajimu bisa kamu pakai buat semua hal yang bikin kamu hepi. Contohnya:
- Hiburan: Nonton bioskop, langganan Netflix, atau beli game baru.
- Jajan: Ngopi-ngopi di kafe hits, makan di restoran fancy, atau pesan makanan via ojek online.
- Shopping: Beli baju baru, skincare, atau gadget yang udah lama kamu incar.
- Liburan: Nabung buat jalan-jalan.
Pos ini sifatnya fleksibel. Kalau bulan ini lagi banyak pengeluaran buat kebutuhan, kamu bisa kurangin sedikit jatah keinginanmu.
20% untuk Tabungan dan Investasi (Savings)
Ini nih, pos yang bakal nentuin masa depanmu. Sebesar 20% dari gajimu wajib kamu sisihkan buat:
- Tabungan: Dana darurat, tabungan nikah, atau tabungan buat DP rumah.
- Investasi: Reksadana, saham, atau instrumen investasi lainnya.
Ingat, pos ini harus kamu prioritaskan. Begitu gajian, langsung sisihkan 20% ini ke rekening terpisah. Jangan nunggu sisa. Kalau nunggu sisa, dijamin nggak bakal ada yang sisa.
Studi Kasus: Bikin Anggaran ala Anak Kantoran Jakarta
Biar lebih kebayang, kita coba bikin simulasi, yuk. Misalnya, kamu seorang fresh graduate yang kerja di Jakarta dengan gaji Rp 6.000.000 per bulan. Begini cara ngaturnya pakai metode 50/30/20:
- Kebutuhan (50%): Rp 3.000.000
- Kos: Rp 1.500.000
- Makan (masak sendiri + warteg): Rp 800.000
- Transportasi (KRL + ojek online): Rp 400.000
- Tagihan (listrik, air, internet): Rp 300.000
- Keinginan (30%): Rp 1.800.000
- Nongkrong & jajan: Rp 800.000
- Hiburan (nonton, langganan streaming): Rp 300.000
- Shopping: Rp 500.000
- Lain-lain: Rp 200.000
- Tabungan & Investasi (20%): Rp 1.200.000
- Dana darurat: Rp 500.000
- Investasi reksadana: Rp 700.000
Kelihatan kan, dengan gaji Rp 6.000.000 pun kamu tetap bisa nabung dan investasi, bahkan masih bisa nongkrong cantik. Kuncinya cuma satu: disiplin.
Tips Tambahan Biar Budgeting Makin Lancar
- Pakai aplikasi budgeting: Biar nggak pusing nyatet manual, manfaatin teknologi. Banyak banget aplikasi budgeting gratis yang bisa kamu download di smartphone-mu.
- Evaluasi setiap bulan: Anggaran itu nggak kaku. Setiap akhir bulan, coba deh, evaluasi pengeluaranmu. Apakah ada pos yang bisa dihemat? Apakah ada pos yang perlu ditambah?
- Cari penghasilan tambahan: Kalau kamu merasa jatah keinginanmu terlalu kecil, jangan paksain ngambil dari pos lain. Coba cari cara buat nambah pemasukan. Bisa jadi freelancer, buka toko online, atau jadi reseller.
Bikin anggaran itu emang butuh usaha di awal. Tapi, percaya deh, kalau kamu udah terbiasa, hidupmu bakal jauh lebih tenang dan teratur. Nggak ada lagi tuh, stres mikirin duit setiap bulan. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, mulai bikin anggaranmu sekarang juga!
Jebakan-jebakan yang Harus Dihindari
Saat mulai budgeting, ada beberapa jebakan umum yang sering bikin orang gagal di tengah jalan. Biar kamu nggak ngalamin hal yang sama, coba deh perhatikan poin-poin ini:
- Terlalu Perfeksionis: Jangan sampai kamu jadi stres sendiri karena berusaha mencatat setiap pengeluaran sampai ke receh-recehnya. Budgeting itu tujuannya buat membantu, bukan buat menyiksa. Kalau ada selisih sedikit, ya sudah, ikhlaskan saja. Yang penting, gambaran besarnya sudah benar.
- Nggak Realistis: Saat bikin anggaran, jujurlah sama diri sendiri. Kalau kamu memang hobi ngopi, ya masukkan itu ke dalam pos keinginan. Jangan sampai kamu bikin anggaran yang terlalu ketat, terus akhirnya malah jadi “balas dendam” di kemudian hari.
- Gampang Menyerah: Minggu pertama atau bulan pertama mungkin bakal terasa berat. Kamu mungkin bakal sering lupa nyatet pengeluaran atau kebablasan jajan. Wajar, kok. Jangan langsung menyerah. Anggap aja ini sebagai proses belajar. Yang penting, kamu terus mencoba dan nggak berhenti di tengah jalan.
Anggaran Bukan Penjara, Tapi Jalan Menuju Kebebasan Finansial
Banyak yang mikir kalau punya anggaran itu artinya hidup jadi terkekang dan nggak bisa senang-senang. Padahal, justru sebaliknya. Dengan punya anggaran, kamu jadi punya kebebasan buat menentukan sendiri mau dipakai buat apa uangmu. Kamu nggak lagi diperbudak oleh keinginan sesaat atau tagihan yang menumpuk.
Anggaran itu ibarat kompas yang bakal menuntunmu menuju kebebasan finansial. Dengan kompas itu, kamu nggak bakal tersesat di tengah jalan. Kamu tahu pasti ke mana tujuanmu dan bagaimana cara mencapainya. Jadi, jangan lagi anggap budgeting sebagai beban, ya. Anggaplah ini sebagai langkah awalmu buat jadi ‘sultan’ di masa depan. Semangat!
Ada pertanyaan soal artikel ini?
Tanya langsung ke CuanBot, mentor finansial kamu!