Ntar Aja, Ah! Alasan Klasik Anak Muda Nunda Investasi (dan Kenapa Itu Bikin Rugi!)
Sering mikir 'ntar aja deh' buat mulai investasi? Hati-hati, kebiasaan ini bisa jadi bom waktu buat keuanganmu di masa depan. Yuk, cari tahu kenapa kita suka nunda dan gimana cara ngatasinnya!
Ntar Aja, Ah! Alasan Klasik Anak Muda Nunda Investasi (dan Kenapa Itu Bikin Rugi!)
"Duh, pengen sih investasi, tapi ntar aja deh kalo gaji udah dua digit." Sound familiar? Kalimat ini kayaknya udah jadi mantra andalan banyak anak muda di Indonesia. Kita semua tahu investasi itu penting, tapi eksekusinya seringkali berakhir dengan "ntar aja, ah". Padahal, di balik penundaan itu, ada bom waktu finansial yang siap meledak di masa depan.
Yuk, kita bedah bareng-bareng kenapa sih kita, para Gen Z, sering banget menunda buat mulai investasi, dan kenapa kebiasaan ini bahaya banget buat kantong kita di masa depan.
Jebakan Batman ala Anak Muda: Kenapa Susah Banget Mulai Investasi?
Banyak banget alasan yang bikin kita maju-mundur cantik buat investasi. Tapi, kalau ditelisik lebih dalam, biasanya mentok di beberapa hal ini:
1. Gaji UMR, Gaya Hidup Influencer
Ini nih, biang kerok utamanya. Gaji fresh graduate yang mungkin masih di kisaran UMR seringkali terasa sesak buat nutupin kebutuhan hidup, apalagi buat investasi. Masalahnya, di tengah gempuran konten Instagram dan TikTok, standar "hidup layak" jadi makin tinggi. Nongkrong di coffee shop hits, beli skincare viral, nonton konser, semuanya butuh duit.
Contohnya si Rina, karyawan swasta di Jakarta dengan gaji Rp5 juta. Setelah dipotong biaya kos, transportasi, dan makan, sisa uangnya tinggal sedikit. Mau ditabung buat investasi, tapi teman-temannya ngajakin liburan ke Bali. Akhirnya, Rina mikir, "Yaudah, investasi bulan depan aja. Healing dulu, kan mental health juga investasi!" Dan "bulan depan" itu nggak pernah datang.
2. Takut Rugi dan Trauma "Investasi Bodong"
Kata "investasi" seringkali dibayangi sama kata "risiko". Kita sering dengar cerita orang yang kehilangan banyak uang karena salah investasi atau malah ketipu investasi bodong. Ketakutan ini wajar banget, apalagi kalau kita belum paham betul seluk-beluk dunia investasi. Daripada pusing mikirin grafik saham yang naik-turun kayak roller coaster, mending simpen uang di bawah bantal, kan? Eits, jangan salah!
3. "Investasi Itu Ribet dan Cuma Buat Orang Kaya"
Banyak yang mikir kalau investasi itu butuh modal gede dan prosesnya ribet. Harus ke bank, isi formulir berlembar-lembar, dan istilahnya aneh-aneh. Padahal, zaman sekarang, semua udah di ujung jari. Ada banyak banget aplikasi investasi yang user-friendly dan bisa dimulai dengan modal seharga segelas kopi susu.
Bom Waktu Bernama Inflasi: Dampak Nyata Nunda Investasi
Nunda investasi itu bukan cuma berarti kehilangan potensi keuntungan, tapi juga membiarkan nilai uang kita digerogoti monster tak terlihat bernama inflasi. Nggak percaya? Coba inget-inget, harga semangkuk bakso atau tiket bioskop lima tahun lalu berapa? Pasti jauh lebih murah dari sekarang, kan?
1. Kehilangan Kekuatan Ajaib Bunga Majemuk
Albert Einstein pernah bilang, "Bunga majemuk adalah keajaiban dunia kedelapan." Sederhananya, ini adalah saat keuntungan investasimu menghasilkan keuntungan lagi. Ini efek bola salju. Semakin lama kamu berinvestasi, semakin besar bola saljunya. Kalau kamu nunda 5 atau 10 tahun aja, kamu udah kehilangan waktu berharga buat bikin bola saljumu jadi raksasa.
2. Makin Susah Kejar Tujuan Finansial
DP rumah, biaya nikah, dana pendidikan anak, atau sekadar pensiun dengan tenang, semua itu butuh perencanaan. Semakin lama kamu menunda, semakin besar uang yang harus kamu sisihkan tiap bulannya. Ibarat lari maraton, lebih enak start duluan dan lari santai daripada start belakangan dan harus lari sprint buat ngejar ketertinggalan.
Dari Wacana Jadi Aksi: Tips Praktis Mulai Investasi Anti Gagal
Udah cukup galaunya, sekarang saatnya beraksi! Memulai investasi itu nggak seseram yang kamu bayangkan, kok. Ini dia langkah-langkah praktisnya:
1. Beresin Dulu Pondasi Keuanganmu
Sebelum mulai investasi, pastiin kamu udah punya dana darurat. Idealnya, 3-6 kali pengeluaran bulanan. Dana darurat ini penting banget sebagai jaring pengaman kalau ada kejadian tak terduga, jadi kamu nggak perlu jual investasimu di tengah jalan.
2. Mulai dari Recehan
Nggak perlu nunggu punya uang jutaan. Sekarang, kamu bisa mulai investasi reksa dana atau saham dengan Rp100.000 aja. Anggap aja ini "uang jajan" bulananmu. Coba deh, kurangin satu kali jajan boba atau kopi kekinian dalam seminggu, uangnya alokasiin ke investasi.
3. Pilih "Kendaraan" yang Tepat
Buat pemula, reksa dana pasar uang atau reksa dana pendapatan tetap bisa jadi pilihan yang aman karena risikonya rendah. Kalau udah mulai paham, kamu bisa coba reksa dana saham atau langsung beli saham. Kuncinya, pelajari dulu sebelum membeli. Jangan ikut-ikutan teman alias FOMO!
4. Jadikan Kebiasaan dengan Autodebet
Manfaatkan fitur autodebet di aplikasi investasimu. Atur supaya setiap tanggal gajian, ada sejumlah uang yang otomatis masuk ke rekening investasimu. Cara ini efektif banget buat "maksa" diri kita disiplin berinvestasi. Ini yang disebut Dollar Cost Averaging, di mana kamu membeli instrumen investasi secara rutin tanpa peduli harganya lagi naik atau turun.
Studi Kasus: Si Gercep Budi vs. Si Santuy Andi
Biar lebih kebayang, kita lihat cerita Budi dan Andi. Budi mulai investasi Rp500.000 per bulan sejak umur 25 tahun. Andi, dengan nominal yang sama, baru mulai di umur 35 tahun. Dengan asumsi imbal hasil 10% per tahun, saat mereka pensiun di umur 60 tahun, tebak berapa total uang mereka?
- Total investasi Budi: Rp 1,9 Miliar
- Total investasi Andi: Rp 680 Juta
Lihat, kan? Penundaan 10 tahun bikin Andi kehilangan lebih dari Rp1,2 Miliar! Padahal, total uang yang mereka setorkan nggak beda jauh. Inilah kekuatan waktu dalam investasi.
Yuk, Berubah Pikiran!
Menunda investasi adalah kesalahan finansial yang paling disesali banyak orang di usia tua. Jangan sampai kamu jadi salah satunya. Buang jauh-jauh mindset "ntar aja" dan "investasi itu susah". Mulailah dari sekarang, sekecil apapun nominalnya. Masa depan finansialmu yang cerah berawal dari satu langkah kecil hari ini. Jadi, udah siap bilang, "Oke, gue mulai investasi sekarang!"?
Ada pertanyaan soal artikel ini?
Tanya langsung ke CuanBot, mentor finansial kamu!