Kenapa Dompet Tipis Kalau Tanggal Tua? Yuk, Bongkar Biang Keroknya: Belanja Impulsif!
Sering nggak sih, ngerasa duit cepet banget abis padahal gajian kayaknya baru kemarin? Jangan-jangan, biang keroknya ada di kebiasaan belanja impulsif yang nggak kita sadari. Yuk, kenali musuh dalam selimut ini dan cari tahu cara jinakinnya!
Tanggal Muda vs. Tanggal Tua: Perang Klasik Anak Muda
Coba ngaku, siapa yang pas tanggal muda bawaannya pengen jajan ini-itu, check out keranjang oren, atau nongkrong di kafe hits? Giliran masuk tanggal tua, langsung mode hemat ekstrem, makan mi instan pun jadi andalan. Kalau kamu ngalamin ini, tenang, kamu nggak sendirian. Fenomena ini tuh deket banget sama yang namanya impulsive buying alias belanja impulsif.
Belanja impulsif itu apa sih? Gampangnya, itu adalah tindakan beli barang atau jasa tanpa direncanain sebelumnya. Lagi scroll TikTok, eh, ada racun skincare viral, langsung klik beli. Lagi jalan di mal, lihat diskon gede-gedean, langsung kalap. Nggak ada di daftar belanjaan, nggak ada di bujet, tapi tahu-tahu udah di tangan aja. Inilah musuh dalam selimut yang bikin dompet kita nangis di akhir bulan.
Kenapa Sih Kita Gampang Banget Tergoda?
Gen Z itu generasi yang paling rentan kena godaan belanja impulsif. Kenapa? Karena kita hidup di era digital yang serba cepat dan penuh distraksi. Coba deh kita bedah beberapa penyebabnya:
-
FOMO (Fear of Missing Out): Takut ketinggalan tren itu manusiawi banget. Lihat teman-teman pada punya gadget baru, pakai baju kekinian, atau nongkrong di tempat yang lagi viral, kita jadi pengen ikutan. Biar apa? Biar eksis dan nggak dicap kudet. Padahal, seringnya barang-barang itu cuma jadi pajangan sesaat.
-
Algoritma Media Sosial yang "Meracuni": Pernah nggak, kamu baru aja ngomongin pengen beli sepatu, eh, tiba-tiba di semua media sosial kamu isinya iklan sepatu? Itu bukan kebetulan, tapi kerjaan algoritma. Mereka tahu banget apa yang kita suka dan terus-terusan "meracuni" kita dengan produk-produk yang relevan. Susah kan, buat nolak?
-
Promo dan Diskon yang Bikin Kalap: Siapa sih yang nggak suka diskon? "Beli 1 Gratis 1", "Flash Sale 9.9", "Cashback 50%" itu kayak sihir yang bikin kita lupa diri. Rasanya sayang banget kalau dilewatin. Padahal, seringnya kita beli barang yang nggak kita butuhin, cuma karena tergiur harga murah.
-
Retail Therapy alias Pelampiasan Stres: Lagi suntuk sama kerjaan, putus cinta, atau sekadar butuh hiburan? Belanja sering jadi jalan pintas. Euforia pas beli barang baru emang bisa bikin mood jadi lebih baik sesaat. Tapi, efeknya sementara doang, sementara tagihannya nyata.*
Jurus Sakti Menjinakkan Godaan Belanja Impulsif
Oke, sekarang kita udah tahu biang keroknya. Terus, gimana cara ngatasinnya? Nggak perlu jadi pertapa dan anti-belanja sama sekali, kok. Cukup pakai beberapa jurus sakti ini:
-
Buat Anggaran dan Daftar Belanja: Ini klise tapi ampuh banget. Sebelum gajian, coba deh bikin alokasi bujet: 40% untuk kebutuhan hidup, 30% untuk bayar cicilan/utang, 20% untuk tabungan/investasi, dan 10% untuk hiburan. Pas mau belanja, catet apa aja yang bener-bener kamu butuhin. Stick to the list!
-
Terapkan Aturan "Tunggu 24 Jam": Naksir barang sesuatu? Jangan langsung beli. Kasih jeda waktu, misalnya 24 jam atau bahkan 3 hari. Biasanya, setelah beberapa waktu, keinginan buat beli itu bakal mereda. Kalau setelah itu kamu masih kepikiran dan ngerasa butuh banget, baru deh pertimbangin buat beli.
-
Unfollow Akun-Akun "Racun": Kalau kamu ngerasa sering tergoda sama akun-akun fashion, beauty, atau gadget tertentu, nggak ada salahnya buat unfollow atau mute sementara. Kurangi paparan "racun" biar dompet lebih aman.
-
Cari Alternatif Hiburan: Kalau lagi stres atau bosan, jangan langsung lari ke mal atau buka e-commerce. Coba cari kegiatan lain yang lebih positif dan hemat, kayak olahraga, baca buku, nonton film di rumah, atau kumpul bareng teman-teman.
-
Bawa Uang Tunai Secukupnya: Pas jalan-jalan, coba deh tinggalin kartu kredit di rumah dan bawa uang tunai secukupnya. Ini bakal ngebantu kamu buat lebih sadar sama pengeluaran dan nggak gampang kalap.*
Belanja Cerdas Itu Keren, Kok!
Pada akhirnya, ngatur keuangan itu bukan berarti hidup sengsara dan nggak boleh nikmatin hasil kerja keras. Justru sebaliknya, dengan jadi lebih bijak dalam berbelanja, kita bisa mencapai kebebasan finansial lebih cepat. Kita bisa nabung buat DP rumah, liburan impian, atau dana pensiun.
Jadi, yuk, mulai sekarang kita lebih kenali diri sendiri dan jinakin godaan belanja impulsif. Ingat, keren itu bukan soal punya barang paling baru, tapi soal punya kontrol atas keuangan kita sendiri. Siap jadi Gen Z yang cerdas finansial?
Ada pertanyaan soal artikel ini?
Tanya langsung ke CuanBot, mentor finansial kamu!